Sabtu, 29 Oktober 2011

Tugas Soft skill minggu 1 - 5


Tugas Minggu ke-1 ( Rizki Utami )

1.      Pengertian Bisinis
            Secara historis, bisnis berasal dari kata business yang berasal dari kata dasar busy yang berarti “sibuk”. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.  Dalam ekonomi kapatalis, kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya.
            Bisnis adalah Suatu kegiatan usaha perdagangan yang dilakukan sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan labasebesar-besarnya dengan cara memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Ø      Alasan :
Karena manusia yang mampu melihat peluang bisnis adalah seseorang yang mampu melihat kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba melayani secara baik sehingga masyarakat menjadi senang dan puas.

2.      Sejak Kapan Bisnis Muncul?
Sejak zaman dahulu bahkan sejak nenek moyang kita teori bisnis sudah ada,pada zaman dahulu bisnis dilakukan dengan cara barter atau tukar menukar barang tetapi setelah adanya uang barter lama kelamaan ditinggalkan. Dengan meninggalkan cara lama tersebut membuat kemajuan zaman yang bisa mempermudahkan dalam menjalankan bisnis mereka.

3.      Alasan Belajar Bisnis
·        Saling Ketergantungan
Ø      Alasan :
Pada umumnya manusia adalah makhluk yang bergantung anatara satu dengan manusia yang lainnya karena manusia tidak dapat hidup sebdiri tanpa adanya orang disekitarnya.

·        Mempertahankan Hidup
Ø      Alasan :
Setiap manusia memunyai cara tersendiri untuk memempertahankan hidup,salah satunya dengan cara berwirausaha sehingga kehidupannya menjadi layak.

·                                                                                                                                                 Adanya Perubahan Pola Hidup
Ø                                                                                                                                                                      Alasan :
Setiap manusia yang bekerja keras pasti akan menyebabkan berubahnya pola hidup mereka ke taraf yang lebih baik. Semakin tinggi pendapatan yang mereka keluarkan semakin tinggi pula pengeluarannya.

·        Kemajuan Tekhnologi
Ø      Alasan :
Faktor ini adalah salah satu faktor yang terpenting yang sangat berpengaruh dengan berjalannya bisnis. Semakin maju tekhnologi yang mereka miliki akan memudahkan mereka dalam menjalankan bisnis yang mereka jalani.

·        Hubungan internasional
Ø      Alasan :
Hubungan internasional sangat dibutuhkan dalam berbisnis karena adanya hubunganinternasional dengan negara lain akan membuat bisnis yang kita jalani cepat berkembang dan semakin maju.


     4.    Faktor Produksi
            Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan. Namun pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi seluruh benda tangible, baik langsung dari alam maupun tidak, yang digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources). Selain itu, beberapa ahli juga menganggap sumber daya informasi sebagai sebuah faktor produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi di era globalisasi ini.


A.     Sumber Daya Alam

Sumberdaya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Sumberdaya alam di sini meliputi segala sesuatu yang ada di dalam bumi, seperti:
- Tanah, tumbuhan, hewan.
- Udara, sinar matahari, hujan.
- Bahan tambang, dan lain sebagainya.

Faktor produksi sumberdaya alam merupakan faktor produksi asli karena telah tersedia di alam langsung.


B.     Tenaga Kerja Manusia

Tenaga kerja manusia adalah segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun faedah suatu barang.

Tenaga kerja manusia dapat diklasifikasikan menurut tingkatannya (kualitasnya) yang terbagi atas:

a).
Tenaga kerja terdidik (skilled labour), adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan baik formal maupun non formal.
Contoh: guru, dokter, pengacara, akuntan, psikologi, peneliti.
b). 
Tenaga kerja terlatih (trained labour), adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian berdasarkan latihan dan pengalaman.
Contoh: montir, tukang kayu, tukang ukir, sopir, teknisi.
c)
Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih (unskilled and untrained labour), adalah tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan jasmani daripada rohani.
Contoh: tenaga kuli pikul, tukang sapu, pemulung, buruh tani.


C.     Sumber Daya Modal



Modal menurut pengertian ekonomi adalah barang atau hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Misalkan orang membuat jala untuk mencari ikan. Dalam hal ini jala merupakan barang modal, karena jala merupakan hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lain (ikan). Di dalam proses produksi, modal dapat berupa peralatan-peralatan dan bahan-bahan.


Modal dapat dibedakan menurut:

1)
Kegunaan dalam proses produksi.

a)
Modal tetap adalah barang-barang modal yang dapat digunakan berkali-kali dalam proses produksi.
Contoh: gedung, mesin-mesin pabrik.

b)
Modal lancar adalah barang-barang modal yang habis sekali pakai dalam proses produksi.
Contoh: bahan baku, bahan pembantu.
2)
Bentuk Modal

a)
Modal konkret (nyata) adalah modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi.
Contoh: mesin, bahan baku, gedung pabrik.

b)
Modal abstrak (tidak nyata) adalah modal yang tidak dapat dilihat tetapi mempunyai nilai dalam perusahaan.
Contoh: nama baik perusahaan dan merek produk.

D.     Sumber Daya Pengusaha

Sumberdaya ini disebut juga kewirausahaan. Pengusaha berperan mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor produksi dalam rangka meningkatkan kegunaan barang atau jasa secara efektif dan efisien.

Pengusaha berkaitan dengan managemen. Sebagai pemicu proses produksi, pengusaha perlu memiliki kemampuan yang dapat diandalkan. 

5.       Faktor Internal
·        Karyawan
Dengan memiliki sumber daya manusia atau sdm yang baik akan sangat membantu dunia bisnis untuk maju.

·        Pemegang Saham dan Dewan Direksi
Pemegang saham dan dewan direksi adalah dua bagian penting yang mengatur kegiatan atau jalannya roda perusahaan publik di mana para pemegang saham memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi suatu perusahaan dengan hak suara yang dimilikinya sesuai dengan persentase saham yang dimiliki.





Tugas Minggu ke-2 ( Farhana )

1.      Jelaskan bagaimana cara mendirikan (berikan langkahnya) UKM dengan memperhatikan factor produksi
UKM (Usaha Kecil Menengah), untuk mendirikan UKM kita harus memperhatikan factor-faktor produksi, diantaranya :
·                                                                          Manusia/Men      : Tenaga Kerja dan Konsumen
Tenaga kerja manusia atau sumber daya manusia (SDM) adalah segala kegiatan manusia baik jamani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun faedah suatu barang.
·                                                                          Uang/Money       : Modal Usaha (kas/phisik)
Untuk menjalankan usaha apapun, kita pasti membutuhkan modal, modal itu sendiri bias berupa kas, bahan, peralatan, perlengkapan, atau sebagainya. Modal itu bias kita dapati dari pinjaman bank, uang kelompok, ataupun dengan kekayaan milik sendiri (uang pribadi).
·                                                                          Material/Materials            : Tanah dan sumber-sumber alam
            Sumber Daya Alam (SDA) segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti : tanah, udara, sinar matahari, hujan, dan sebagainya.
·        Metode/Methods       : Ide, Inisiatif Produktif, Pengambilan Keputusan,                         Menanggung Resiko.
            Sebagai wirausahawan, kita harus mempunyai ide-ide yang kreatif dan inovatif. Pengusaha berkaitan dengan manajemen, harus mempunyai kemampuan merencanakan, mengorganisasikan, merencanakan, dan mengendalikan usaha. Dan juga seorang wirausahawan harus berani menanggung resiko.

2.                              Berilah masing-masing sebanyak 5 contoh rill perusahaan berdasarkan letak/tempat
            Jenis lokasi/letak perusahaan dibedakan menjadi :
1)      Lokasi/letak perusahaan terikat pada alam
·           Perusahaan Pertambangan
·           Perusahaan Air Mineral
·           Perusahaan Pertanian/Perkebunan
·           Pertambangan Timah di Pulau Bangka
·           Tambang gas alam di Bontang Kaltim
2)                     Lokasi/letak perusahaan berdasarkan sejarah
·           Kerajinan Batik di Yogyakarta
·           Pendidikan di Yogyakarta
·           Pengrajin Patung di Bali
·           Perusahaan udang di Cirebon
·           Usaha batik di Pekalongan
3)                     Lokasi/letak perusahaan ditetapkan pemerintah
·           Pabrik senjata/amunisi
·           Pabrik obat-obatan
·           Kawasan industry Pulogadung
·           Kawasan industry Cikarang
·           PT. Dirgantara Bandung
4)                     Letak perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
·           Dekat dengan bahan baku
·           Dekat dengan pasar
·           Dekat dengan pemasok tenaga kerja
·           Dekat dengan penyedia sumber tenaga/energi
·           Iklim
·           Ongkos transport
·           Besarnya suplai modal

3.                                                                     Sebutkan dan jelaskan dengan singkat apa yang menjadi tujuan perusahaan
v                                            Tujuan Ekonomis
                 Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
v     Tujuan Sosial
                  Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.





4.                              Jelaskan apa yang dimaksud lingkungan internal dan eksternal suatu perusahaan
v     Lingkungan Internal
           Lingkungan internal dalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
            Lingkungan Intern/khusus          :
·                    Penyedia
·                    Pelanggan
·                    Pesaing
·                    Tenaga kerja
·                    Modal
·                    Alat dan mesin
·                    Bahan baku
·                    System informasi
v     Lingkungan Eksternal
          Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan societal ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi.
            Lingkungan Ekstern/umum        :
·                    Alam dan ekologi
·                    Politik
·                    Hokum
·                    Perekonomian
·                    Pendidikan dan tehnologi
·                    Social dan budaya
·                    Demografi
·                    Hubungan internasional
 
5.      Aplikasikan setiap variable lingkungan internal dan eksternal bagaimana pengaruhnya pada suatu perusahaan
·        Ekologi : pencemaran udara, air, sampah
·        Ekonomi           : urbanisasi, pertambahan penduduk, pacak, dll
·        Sosial               : kriminalitas, pengangguran
·        Politik               : pertahanan keamanan
·        Hokum : keputusan dan transaksi perusahaan
 
6.      Jelaskan perbedaan producer oriented approach dan consumer oriented approach
v     Producer Oriented Approach
       pendekatan yang berorientasi pada produsen, maksudnya menjual barang dan jasa ke pasar.
v     Consumer Oriented Approach
                    pendekatan yang berorientasi pada konsumen, maksudnya membeli barang dan jasa yang dijual oleh produsen ke pasar.
 



Tugas Minggu ke-3 ( Angga Dwi P )

      Soal !
1.      Jelaskan bentuk perusahaan dan beri 5 contoh !
2.      Sebut dan jelaskan lembaga keuangan di Indonesia !
3.      Apa yang dimaksud Merger, Kartel, Joint venture ?
       Jawab !
1.      Bentuk perusahaan adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan untuk mencari laba atau keuntungan, contoh :
1.      Firma
2.      Perseroan Komanditer (CV)
3.      Perseroan Terbatas (PT)
4.      Perseroan Terbatas Negara (Persero)
5.      Perusahaan Negara Umum (PERUM)

2.      Struktur lembaga keuangan di Indonesia dibagi menjadi 2 yaitu :
·        Lembaga Keuangan Depository, adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan
·        Lembaga Keuangan non Depository, adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat namun tidak berbentuk lembaga perbankan
Dan secara keseluruhan lembaga – lembaga keuangan yang ada dalam sistem keuangan di Indonesia adalah sebagai berikut :
A.     Sistem Moneter, adalah proses mengatur persediaan uang sebuah Negara untuk mencapai tujuan tertentu
B.     Otoritas Moneter, adalah suatu entitas yang memiliki wewenang untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam suatu Negara dan memiliki hak untuk menetapkan suku bunga dan parameter lainnya yang menentukan biaya dan persediaan uang
C.      Bank Sentral, adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai mata uang yang berlaku di Negara tersebut




3.      Merger adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih untuk membentuk sebuah perusahaan tunggal

 Kartel adalah suatu kesepakatan tertulis antara beberapa perusahaan produsen dan     lain  – lain yang sejenis untuk mengatur dan mengendalikan berbagai hal

Joint venture adalah kerjasama dua pihak atau lebih dalam bidang bisnis untuk membentuk suatu perusahaan baru




Tugas Minggu ke-4 ( Satrio Ariefiono )

1. SEBUTKAN PERBEDAAN WIRASWASTA  DAN WIRASWASTAWAN SERTA  
   UNSUR APA YG DIMILIKI  WIRASWASTA

2. BAGAIMANA PERKEMBANGAN  FRANCHISING  DI INDONESIA  
    SEARCHING  DI INTERNET

3. BERI 5 CONTOH RIIL  USAHA FRANCHISING YG BERGERAK DI BIDANG :
          - PENDIDIKAN
          - KESEHATAN
          - SALON & PERAWATAN
          - MAKANAN  DALAM NEGERI /LOKAL
          - OTOMOTIF

4.JELASKAN PERBEDAAN KEWIRA USAHAAN DENGAN BISNIS  KECIL DENGAN CONTOH KASUS  YG NYATA

1.     Perbedaan wiraswasta dan wiraswastawan

Wiraswasta
wiraswastawan
·      ditujukan pada orang-orang
yang dapat berdiri sendiri.
·      orang-orang yang
mempunyai usaha sendiri.
·      Orang - orang  yang tidak bekerja pada sektor pemerintah
yaitu; para pedagang, pengusaha, dan orang-orang yang bekerja di
perusahaan swasta.
·      orang yang berani
membuka kegiatan produktif yang mandiri.

·      Mengambil risiko untuk menjalankan usaha sendiri dengan konsep dasar kewiraswastaan.
·      menempatkan dirinya terhadap risiko atas guncangan-guncangan dari
perusahaan yang dibangunnya (venture).
·      kemampuan dan kemauan seseorang
untuk berisiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan
waktu, uang, dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan
menjadikannya berhasil
·      memiliki keahlian intuisi dalam mempertimbangkan
suatu kemungkinan atau kelayakan dan perasaan dalam mengajukan
sesuatu kepada orang lain.
UNSUR - UNSUR yang dimiliki wiraswasta :
- Unsur pengetahuan
- Unsur ketrampilan
- Unsur sikap mental
- Unsur kewaspadaan

2.     Perkembangan Franchising di indonesia
Di Indonesia, sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya . Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Selanjutnya ketentuan-ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut.
*                   Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
*                   Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba :
*                   Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
*                   Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
*                   Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum untuk berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang dapat melindungi bisnis waralaba tersebut. Perkembangan waralaba di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba (franchisee) diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui master franchise yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan mempergunakan sistem piramida atau sistem sel, suatu jaringan format bisnis waralaba akan terus berekspansi. Ada beberapa asosiasi waralaba di Indonesia antara lain APWINDO (Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia), WALI (Waralaba & License Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia). Ada beberapa konsultan waralaba di Indonesia antara lain IFBM, The Bridge, Hans Consulting, FT Consulting, Ben WarG Consulting, JSI dan lain-lain. Ada beberapa pameran Waralaba di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise and Business Concept Expo (Dyandra),Franchise License Expo Indonesia ( Panorama convex), Info Franchise Expo ( Neo dan Majalah Franchise Indonesia).

3.     5 contoh Riil usaha Franchising dalam bidang :

Pendidikan                     : Science Buddies, ITutorNet,Primagama, Sinotif ,
Kesehatan                      : Akses kesehatan, fitnes, puskesmas, posyandu
Salon & perawatan         : Red Salon, Jhonny Andrean, Rudy Hadisueamo
Makanan dalam negeri : Wong Solo, Sapo Oriental, CFC, Hip Hop, Red Crispy, Papa Rons dan masih banyak merek lainnya.
Otomotif                        : juju motor, acha motif, harley davidson, total care bengkel, atb bengkel

4.   Perbedaan kewirausahaan dengan Bisnis Kecil
·           Kewirausahaan adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau hidupnya.
·           Bisnis kecil adalah bisnis yang dimiliki dan dikelola secara mandiri yang tidak mendominasi pasaranya.




Tugas Minggu ke-5

       Soal !
1.      Sebutkan fungsi manajemen dan terapkan pada diri anda dan apa manfaatnya
2.      Apa ciri manager profesional berdasarkan keterampilan manajemen yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi, dengan informasi, dan dengan pengambilan keputusan
3.      Sebutkan bentuk – bentuk organisasi

Jawab !
1.      A. Fungsi Perencanaan / Planning, adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan    dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
B. Fungsi Pengorganisasian / Organizing, adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumber daya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah di tetapkan serta menggapai tujuan perusahaan
C. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading, adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat , dinamis, dan lain sebagainya
D. Fungsi Pengendalian / Controling, adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan
standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan

A.     Apabila diterapkan maka kita akan memiliki suatu strategi yang benar – benar tepat dalam membuat rencana, sehingga rencana tersebut akan berjalan sesuai dengan keinginan kita, manfaatnya adalah kita dapat memiliki pengalaman dalam membuat suatu rencana
B.     Apabila diterapkan dan dikelola dengan baik maka kita akan memiliki sumber daya manusia serta sumber daya fisik yang memadai, untuk menjalankan rencana sehingga tujuan yang kita inginkan pun dapat tercapai, manfaatnya adalah kita dapat memiliki pengalaman dalam mengorganisasi sumber daya yang kita miliki
C.     Apabila diterapkan maka suatu perusahaan akan meningkatkan daya tenaga kerja yang dimilikinya untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien, serta dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan dinamis, manfaatnya adalah dapat menciptakan tenaga kerja yang unggul
D.     Apabila diterapkan maka tenaga kerja akan menjadi lebih baik dari sebelumnya, baik dari segi efektif maupun efisiensi bekerjanya karena pada fungsi pengendalian / contoling ini diupayakan agar terjadi perbaikan / perubahan untuk membuat perusahaan lebih maju, manfaatnya adalah apabila tenaga kerja berubah menjadi lebih baik maka perusahaan pun akan menjadi lebih baik dan keuntungan yang diperoleh perusahaan pun bisa meningkat

2.      Ciri-ciri manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM dapat dilihat dari sisi operasional dan manajerial yakni:
A) Berbudaya korporat: transparansi, independensi, responsif, akuntabilitas, dan kejujuran.
B) Dukungan manajemen puncak.
C) Bermanfaat untuk kepentingan internal dan juga eksternal organisasi.
D) Berorientasi ke masa depan dengan pendekatan holistik.
E) Berdimensi jangka panjang dan bersinambung.
F) Sistem nilai-prinsip efisiensi dan efektivitas.
G )Dilakukan secara terencana/terprogram. Monitoring dan evaluasi serta umpan balik.
H) Dilakukan oleh pelaku dan tentunya pimpinan unit yang memiliki:1. kompetensi atau keakhlian dan pengalaman panjang di bidangnya. 2.sifat haus pada tantangan-tantangan. 3.sikap dan ketrampilan inovatif, kreatif, inisiatif dan efisien. 4. integritas tinggi. 5.sifat menghargai profesi lain. 6.sifat yang selalu siap menghadapi setiap resiko. 7.bertanggungjawab atas setiap kata dan perbuatannya.
I) Penggunaan teknologi tepatguna.
J) Kepemimpinan dalam membangun komitmen.
K) Partisipasi aktif semua anggota.
L) Kerjasama Tim.
M) Pemberian penghargaan pada tiap karyawan yang berprestasi (kompensasi termasuk Npeluang pendidikan-pelatihan lanjutan dan promosi karir).
N) Persuasi pada karyawan yang kurang berprestasi untuk menjadi yang terbaik melalui konsultasi-bimbingan dan pendidikan-pelatihan bersinambung.
  
3.      Bentuk-Bentuk Organisasi

1. Ditinjau dari Jumlah Pucuk Pimpinan:
A.) Bentuk organisasi tunggal adalah organisasi yang pucuk pimpinannya ada di tangan seorang. Sebutan jabatan untuk bentuk tunggal antara lain Presiden, Direktur, Kepala, Ketua; di dalam struktur organisasi pemerintahan dikenal sebutan jabatan Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Walikotamadya, Camat, Lurah; dalam struktur organisasi perguruan tinggi dikenal sebutan jabatan Rektor, Dekan.
B.) Bentuk organisasi jamak adalah organisasi yang pucuk pimpinannya ada di tangan beberapa orang sebagai satu kesatuan. Sebutan jabatan yang digunakan antara lain Presidium, Direksi, Direktorium, Dewan, Majelis.

2. Ditinjau dari Saluran Wewenang:
A.) Bentuk organisasi jalur adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang pekerjaan, baik pekerjaan pokok maupun pekerjaan bantuan.
B.) Bentuk organisasi fungsional adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu; pimpinan tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya.
C.) Bentuk organisasi jalur dan staff adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang pekerjaan baik pekerjaan pokok maupun pekerjaan bantuan; dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan satuan organisasi yang memerlukan diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang keahlian tertentu.
D.) Bentuk organisasi fungsional dan staff adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap bidang kerja dapat memerintah semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan satuan diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.
E.) Bentuk organisasi fungsional dan jalur adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap bidang kerja berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan tiap-tiap satuan pelaksana ke bawah memiliki wewenang dalam semua bidang kerja.
F.) Bentuk organisasi jalur, fungsional dan staff adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan tiap-tiap satuan pelaksana ke bawah memiliki wewenang dalam semua bidang kerja; dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan bidang diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.